Air dalam Kehidupan Seni
Dalam seni air dipelajari dengan cara yang berbeda, ia
disajikan sebagai suatu elemen langsung, tidak langsung ataupun hanya sebagai
simbol. Dengan didukung kemajuan teknologi fungsi dan pemanfaatan air dalam
seni mulai berubah, dari tadinya pelengkap ia mulai merambat menjadi obyek
utama. Contoh seni yang terakhir ini, misalnya seni aliran atau tetesan
(sculpture liquid atau droplet art).
Seni lukis
"Ombak Besar Lepas Pantai Kanagawa." oleh
Katsushika Hokusai, lukisan yang sering digunakan sebagai pelukisan sebuah
tsunami.
Pada zaman Renaisans dan sesudahnya air direpresentasikan
lebih realistis. Banyak artis menggambarkan air dalam bentuk pergerakan -
sebuah aliran air atau sungai, sebuah lautan yang turbulensi, atau bahkan air
terjun - akan tetapi banyak juga dari mereka yang senang dengan obyek-obyek air
yang tenang, diam - danau, sungai yang hampir tak mengalir, dan permukaan laut
yang tak berombak. Dalam setiap kasus ini, air menentukan suasana (mood)
keseluruhan dari karya seni tersebut, seperti misalnya dalam Birth of Venus karya Botticelli dan The Water Lilies (1897) karya Monet.
Rivermasterz, memanfaatkan air sebagai elemen dalam foto.
Fotografi
Rivermasterz, memanfaatkan air sebagai elemen dalam fotografi
Sejalan dengan kemajuan teknologi dalam seni, air mulai
mengambil tempat dalam bidang seni lain, misalnya dalam fotografi. walaupun ada
air tidak memiliki arti khusus di sini dan hanya berperan sebagai elemen
pelengkap, akan tetapi ia dapat digunakan dalam hampir semua cabang fotografi:
mulai dari fasion sampai landsekap. Memotret air sebagai elemen dalam obyek
membutuhkan penanganan khusus, mulai dari filter circular polarizer yang
berguna menghilangkan refleksi, sampai pemanfaatan teknik long exposure, suatu
teknik fotografi yang mengandalkan bukaan rana lambat untuk menciptakan efek
lembut (soft) pada permukaan air.
Seni tetesan air
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Seni tetesan air
Keindahan tetesan air yang memecah permukaan air yang berada
di bawahnya diabadikan dengan berbagai sentuhan teknik dan rasa menjadikannya
suatu karya seni yang indah, seperti yang disajikan oleh Martin Waugh dalam
karyanya Liquid Sculpture, suatu antologi yang telah mendunia.
Seni tetesan air tidak berhenti sampai di sini, dengan
pemanfaatan teknik pengaturan terhadap jatuhnya tetesan air yang malar, mereka
dapat diubah sedemikian rupa sehingga tetesan-tetesan tersebut sebagai satu
kesatuan berfungsi sebagai suatu penampil (viewer) seperti halnya tampilan
komputer. Dengan mengatur-atur ukuran dan jumlah tetesan yang akan dilewatkan,
dapat sebuah gambar ditampilkan oleh tetesan-tetesan air yang jatuh. Sayangnya
gambar ini hanya bersifat sementara, sampai titik yang dimaksud jatuh mencapai
bagian bawah penampil. Komersialisasi karya jenis ini pun dalam bentuk resolusi
yang lebih kasar telah banyak dilakukan.
sumber : wiki

0 komentar:
Posting Komentar